Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Jelajahi Kota-Kota Mati: Wisata ke Tempat yang Ditelan Waktu

 


Dunia ini penuh dengan tempat-tempat misterius yang dulunya penuh kehidupan, namun kini berubah menjadi kota mati yang ditinggalkan. Bagi para pencinta petualangan dan sejarah, menjelajahi kota-kota mati bisa menjadi pengalaman yang mendebarkan dan penuh wawasan. Jika Anda mencari destinasi unik yang berbeda dari wisata biasa, kota-kota mati menawarkan pesona tersendiri yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Untuk informasi lebih lanjut mengenai wisata ke tempat-tempat menakjubkan seperti ini, Anda bisa mengunjungi pergitravel.id.

Mengapa Kota-Kota Mati Menarik untuk Dijelajahi?

Kota-kota mati menyimpan kisah yang memikat, mulai dari bencana alam, perang, hingga perubahan ekonomi yang membuat penduduknya meninggalkan tempat tersebut. Setiap sudutnya menyimpan sisa-sisa kehidupan masa lalu yang terbengkalai, memberikan pengalaman eksplorasi yang tak terlupakan. Selain itu, arsitektur tua yang perlahan-lahan dilahap waktu menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan fotografer yang ingin mengabadikan keindahan yang suram.

Destinasi Kota Mati Terpopuler di Dunia

1. Pripyat, Ukraina

Pripyat, Ukraina (source: pixabay.com)

Kota ini menjadi salah satu kota mati paling terkenal di dunia setelah bencana nuklir Chernobyl pada tahun 1986. Dahulu, Pripyat adalah kota yang berkembang pesat dengan ribuan penduduk, namun setelah ledakan reaktor nuklir, kota ini dikosongkan dalam hitungan hari. Kini, bangunan-bangunan terbengkalai, taman hiburan yang tidak pernah diresmikan, dan reruntuhan rumah sakit menjadi saksi bisu tragedi tersebut.

2. Hashima Island, Jepang

Hashima Islan (source: pixabay.com)

Pulau yang juga dikenal sebagai "Gunkanjima" atau "Pulau Kapal Perang" ini dulunya adalah pusat penambangan batu bara. Namun, setelah minyak bumi menggantikan batu bara sebagai sumber energi utama, kota ini ditinggalkan begitu saja pada tahun 1974. Kini, Hashima Island menjadi destinasi wisata yang menawarkan suasana menyeramkan dengan gedung-gedung beton yang rusak dan jalanan yang sunyi.

3. Kolmanskop, Namibia

Kolmanskop, Namibia (source: istockphoto.com)

Di tengah gurun Namibia, terdapat kota mati yang dulunya kaya akan berlian. Kolmanskop pernah menjadi salah satu kota terkaya di Afrika pada awal abad ke-20, namun setelah sumber daya berlian mulai menipis, kota ini perlahan-lahan ditinggalkan. Kini, pasir gurun telah menginvasi bangunan-bangunan tua, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan eksotis.

4. Bodie, California, AS

Bodie, California (source: istockphoto.com)

Bodie adalah salah satu kota hantu terbaik di Amerika Serikat yang berasal dari era Gold Rush. Kota ini dulunya dipenuhi oleh para penambang yang berharap mendapatkan kekayaan dari emas. Namun, setelah tambang emasnya habis, kota ini perlahan-lahan ditinggalkan. Kini, Bodie dipertahankan sebagai taman sejarah dengan bangunan-bangunan tua yang masih utuh.

5. Oradour-sur-Glane, Prancis

Oradour-sur-Glane, Prancis (source: istockphoto.com)

Kota ini memiliki kisah yang tragis. Pada tahun 1944, kota kecil ini dihancurkan oleh pasukan Nazi dalam sebuah pembantaian brutal yang menewaskan hampir semua penduduknya. Setelah perang, pemerintah Prancis memutuskan untuk membiarkan kota ini tetap seperti sedia kala sebagai pengingat kelamnya sejarah. Pengunjung dapat melihat mobil-mobil terbakar, rumah-rumah yang hancur, dan perabotan yang dibiarkan di tempatnya.

Tips Menjelajahi Kota Mati

Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi kota-kota mati, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan:

  1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu
    Sebelum berangkat, pastikan Anda telah mencari informasi mengenai kota yang ingin dikunjungi. Beberapa tempat mungkin memerlukan izin khusus untuk dikunjungi.

  2. Gunakan Pemandu Wisata
    Beberapa kota mati memiliki bahaya tersembunyi seperti bangunan yang rapuh atau area yang masih terkontaminasi. Menggunakan jasa pemandu wisata akan membantu Anda tetap aman selama perjalanan.

  3. Pakai Pakaian dan Peralatan yang Sesuai
    Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang kuat untuk menjelajahi area yang mungkin penuh dengan puing-puing atau medan yang sulit.

  4. Hormati Sejarah dan Lingkungan
    Kota mati adalah peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting. Jangan merusak atau mengambil apa pun sebagai suvenir. Biarkan tempat tersebut tetap utuh agar generasi mendatang juga bisa melihatnya.

  5. Persiapkan Diri untuk Pengalaman yang Berbeda
    Beberapa kota mati memiliki atmosfer yang suram dan menyeramkan. Jika Anda mudah terpengaruh oleh suasana, pertimbangkan kembali sebelum mengunjungi tempat-tempat ini.

Kota Mati di Indonesia yang Bisa Dikunjungi

Indonesia juga memiliki beberapa kota mati yang menarik untuk dijelajahi, seperti:

  • Pulau Biawak, Indramayu: Dulunya merupakan tempat penelitian, kini pulau ini tidak berpenghuni dan penuh dengan bangunan terbengkalai.

  • Desa Trunyan, Bali: Desa ini terkenal karena tradisi pemakaman uniknya, di mana jenazah dibiarkan di alam terbuka dan hanya tertutup anyaman bambu.

  • Gunung Padang, Jawa Barat: Situs megalitikum yang masih menyimpan banyak misteri dan jarang dikunjungi wisatawan.

Kesimpulan

Menjelajahi kota-kota mati adalah pengalaman yang tidak biasa namun sangat menarik. Selain memberikan wawasan sejarah, tempat-tempat ini juga menawarkan pemandangan yang unik dan atmosfer yang berbeda dari destinasi wisata lainnya. Dengan persiapan yang matang dan sikap yang menghargai sejarah, perjalanan ke kota-kota mati bisa menjadi petualangan yang tak terlupakan. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang destinasi wisata unik lainnya, jangan lupa kunjungi pergitravel.id untuk rekomendasi terbaik!

Rekomendasi Wisata Alam Terbaik di Indonesia untuk Pecinta Petualangan

Indonesia adalah surga bagi pecinta wisata alam. Dengan keanekaragaman lanskap yang luar biasa, mulai dari gunung, pantai, hutan, hingga danau yang menakjubkan, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata alam yang bisa dieksplorasi. Jika Anda sedang mencari rekomendasi tempat wisata alam terbaik, kunjungi https://toursdaddy.com untuk mendapatkan informasi dan penawaran menarik.

1. Raja Ampat, Papua

Source: indonesiakaya.com
Raja Ampat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik di dunia. Kepulauan ini menawarkan pemandangan bawah laut yang luar biasa dengan keanekaragaman biota laut yang tinggi. Aktivitas yang bisa dilakukan di Raja Ampat antara lain snorkeling, diving, dan berlayar di antara pulau-pulau kecil yang eksotis.

2. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur

Source: indonesiakaya.com
Gunung Bromo adalah salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia. Keindahan matahari terbit dari puncak Penanjakan menjadi daya tarik utama. Selain itu, Anda bisa menjelajahi lautan pasir yang luas dan menikmati perjalanan mendaki Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

3. Danau Toba, Sumatera Utara

Source: kemenparekraf.go.id

Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu keajaiban alam Indonesia. Keindahan danau ini semakin lengkap dengan keberadaan Pulau Samosir yang kaya akan budaya Batak. Anda bisa bersantai di tepi danau, menjelajahi desa tradisional, dan menikmati kuliner khas Batak.

4. Kawah Ijen, Jawa Timur

Source: traveloka.com

Kawah Ijen terkenal dengan fenomena blue fire yang hanya bisa ditemukan di beberapa tempat di dunia. Pendakian menuju puncak Ijen akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan dengan pemandangan kawah belerang yang berwarna hijau toska. Selain itu, Anda juga bisa melihat para penambang belerang yang bekerja di sekitar kawah.

5. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur

Source: tripadvisor.com

Pulau Komodo adalah rumah bagi komodo, kadal terbesar di dunia. Selain bisa melihat langsung kehidupan komodo di habitat aslinya, Anda juga bisa menikmati keindahan pantai berpasir merah muda atau yang dikenal sebagai Pink Beach. Pulau ini juga menjadi tempat yang sempurna untuk snorkeling dan diving.

6. Taman Nasional Way Kambas, Lampung

Source: kemenparekraf.go.id

Bagi pecinta satwa liar, Taman Nasional Way Kambas adalah tempat yang wajib dikunjungi. Tempat ini merupakan pusat konservasi gajah Sumatera dan berbagai spesies langka lainnya seperti harimau Sumatera dan badak Sumatera. Anda bisa mengikuti tur edukatif untuk lebih memahami upaya pelestarian satwa di sini.

7. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Source: kemenparekraf.go.id

Labuan Bajo adalah gerbang menuju wisata alam luar biasa di Nusa Tenggara Timur. Selain sebagai pintu masuk ke Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo juga menawarkan pemandangan bukit savana yang memukau, pantai eksotis, dan pengalaman wisata kapal pinisi yang unik. Salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan adalah Bukit Cinta dan Bukit Amelia.

8. Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur

Source: indonesiakaya.com

Kepulauan Derawan adalah destinasi wisata bahari yang masih alami dan belum terlalu ramai wisatawan. Tempat ini menawarkan keindahan bawah laut dengan berbagai spesies ikan dan terumbu karang yang berwarna-warni. Anda juga bisa berenang bersama ubur-ubur di Danau Kakaban yang terkenal dengan ubur-ubur tidak menyengat.

9. Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Source: tribuntoraja.com

Tana Toraja bukan hanya tentang budaya dan tradisi yang unik, tetapi juga memiliki keindahan alam yang menawan. Pegunungan, sawah terasering, serta gua batu yang menjadi tempat pemakaman tradisional menjadikan Tana Toraja sebagai destinasi wisata yang penuh petualangan dan edukasi.

10. Pulau Weh, Aceh

Source: timesindonesia.co.id

Pulau Weh adalah destinasi yang cocok bagi pecinta wisata bahari dan penyelam. Terumbu karang yang masih alami dan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa menjadikan Pulau Weh sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di Indonesia. Anda juga bisa menikmati keindahan pantai pasir putih yang tenang dan bersih.

Tips Berwisata Alam di Indonesia

Agar pengalaman wisata alam semakin menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  1. Siapkan fisik yang prima – Beberapa destinasi wisata alam memerlukan perjalanan panjang dan aktivitas fisik yang cukup melelahkan, seperti mendaki gunung atau snorkeling di laut lepas.

  2. Gunakan perlengkapan yang sesuai – Pastikan membawa pakaian dan perlengkapan yang sesuai dengan destinasi, seperti sepatu hiking untuk pendakian atau pakaian renang untuk wisata bahari.

  3. Jaga kebersihan lingkungan – Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu mengikuti aturan di setiap lokasi wisata.

  4. Pilih waktu yang tepat – Beberapa tempat wisata lebih baik dikunjungi pada musim tertentu, misalnya mendaki gunung di musim kemarau agar jalur pendakian lebih aman.

  5. Gunakan jasa pemandu lokal – Jika Anda belum familiar dengan lokasi wisata, menggunakan jasa pemandu lokal bisa membantu mendapatkan pengalaman yang lebih maksimal.

Kesimpulan

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menawarkan berbagai destinasi wisata yang cocok untuk para pecinta petualangan. Dari pegunungan hingga laut, dari gua hingga padang savana, semuanya bisa ditemukan di negeri ini. Dengan persiapan yang baik, Anda bisa menikmati wisata alam yang menakjubkan tanpa kendala.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kelestarian alam dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Anda bisa mengunjungi https://toursdaddy.com untuk mendapatkan informasi seputar pariwisata. Selamat menjelajahi keindahan alam Indonesia!

Liburan Singkat di Banjarbaru

Beberapa waktu lalu, aku menghabiskan waktu cuti untuk liburan ke luar kota. Tidak jauh-jauh, hanya di Banjarbaru. Sebetulnya agenda utamanya cuma pengen nonton Dr. Strange: Multiverse of Madness, tapi sayang juga sudah jauh-jauh kesini masa cuma ke bioskop. Lagipula masih ada waktu 3 hari.

Karena persiapan liburan ini dadakan, kami tidak sempat menyusun itinerary dengan baik dan terorganisir. Kalo kata suami, "yang penting nonton Dr. Strange, sisanya serahkan sama teman ku yang ngekos disana."


Aku pun oke-oke aja. Anak kuliahan kan pasti punya banyak referensi tempat wisata, pikir ku.


Hari pertama, tentu saja dihabiskan dengan perjalanan yang memakan waktu hampir 5 jam dengan kendaraan roda dua dari Tanjung. Itu pun kami berangkat pagi-pagi buta, supaya pas jalanan lengang agar lekas sampai. Malamnya kami nonton di bioskop, sesuai rencana awal.

    

Selesai nonton, aku membuka percakapan tentang rencana perjalanan selama beberapa hari ke depan ke teman suami. Tapi jawabannya membuatku sedikit panik, "kalo tempat wisata aku kurang tahu, jarang jalan soalnya. Kalo kalian maunya kulineran enak tapi hemat, ayok lah sama aku."


Deg! Aku langsung bertatapan dengan suami. Seolah sepemikiran, jadi besok kita mau kemana?


Sesampainya di hotel tempat kami menginap, aku langsung searching di internet. Sat set sat set, ketemu beberapa referensi tempat wisata. Jaringan disini lancar jaya pula karena pakai IndiHome. Akhirnya aku bisa bernafas lega.


Biar nggak kayak aku, berikut aku rekomendasikan tempat bagus yang aku kunjungi pas di Banjarbaru kemaren.


  1. Amanah Borneo Park

Salah satu tempat wisata dan edukasi yang cocok untuk semua kalangan, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Wahana disini juga banyak, antara lain rumah terbalik, sepeda air, splash park, kids playground, rumah hobbit & rumah penyihir, taman kelinci, amanah trick art museum, area pemancingan, flying fox, sepeda udara, refleksi ikan, feeding fish, petik buah, ATV, jembatan goyang dsb. Selain itu tempat ini sangat luas gaes, tapi tenang aja ada kereta wisata yang siap ngajak kalian berkeliling.


Rumah hobbit di Amanah Borneo Park (dok. pribadi)

Penunjuk arah di Amanah Borneo Park (dok. pribadi)

Amanah Trick Art Museum (dok. pribadi)

Biaya masuknya Rp. 85.000,- per orang dan kalian bebas menikmati semua wahana yang ada (kecuali ATV & sewa alat pancing akan dikenai biaya tambahan).


Eits, kalo ngerasa segitu kemahalan, ada promo kok buat yang reservasi online di websitenya. Aku kemaren cuma bayar Rp. 69.000,- per orang di reservasi online. Praktis banget, begitu datang tinggal registrasi dan dikasih gelang tanda pengunjung.


Disini juga ada tempat jajan cemilan dan makanan berat, jadi jangan khawatir kelaperan atau kehausan yaa. Udah lengkap disediain pokoknya.


Saran ku, kalo mau kesini jangan pas siang menjelang sore gitu, biar semua wahananya bisa didatengin. Sayang juga kan, masa baru dateng tempatnya udah mau tutup aja hehehe. Oh iya, jam operasional Amanah Borneo Park dari pukul 09.00-17.00 WITA.


  1. Waduk Riam Kanan

Nggak lengkap rasanya kalo ke Banjarbaru tapi nggak mampir ke kawasan Waduk Riam Kanan, karena disini banyak banget pulau-pulau yang bagus untuk dikunjungi. Selain itu perjalanan menuju kesana juga dihiasi dengan area perbukitan yang bikin segar sejauh mata memandang.

jalan menuju ke Riam Kanan (dok. pribadi)

Sesampainya di dermaga Riam Kanan, aku kebingungan lantaran minimnya riset menuju kesini. Yang aku pengen cuma berkelotok menyeberang pulau, pulaunya yang mana aku nggak tahu. Tapi pas aku lihat list harga sewa kelotok di dermaga, harganya tidak on budget untuk ku yang cuma berduaan ini. Rata-rata memang diperuntukkan untuk rombongan yang mau memancing atau ngecamp di salah satu pulau (supaya harga sewa kelotoknya murah).


Aku putus asa. Pengen pulang aja udah. Tapi pas di perjalanan kembali ke parkiran, aku denger rombongan ibu-ibu rempong yang mau ke rumah makan lesehan. Aku ikutin dong ibu-ibu itu, siapa tahu bisa nebeng kelotok biar harga sewanya murah. Eh ternyata emang murah, tiketnya cuma Rp. 10.000,- per orangnya. Jadi dihitung per orang, bukan sewa per kelotok kayak di tempat awal tadi.


Tujuannya ke Rumah Makan Rama Sinta di Pulau Ratu, dermaganya tersendiri dan agak hidden gitu karena bentuknya kayak rumah warga. Aku aja nggak tahu kalo itu dermaga, kalo bukan karena ngikutin ibu-ibu. Terima kasih Ibu-ibu, hihi. Akhirnya aku naik kelotok juga. Pemandangannya bagus sekali.


di depan pintu masuk Pulau Ratu (dok. pribadi)

bersantuy di kafe (dok. pribadi)

Pemandangan menuju ke Pulau Ratu (dok. pribadi)

di Pulau Ratu (dok. pribadi)

Di Pulau Ratu, selain ada Rumah Makan Rama Sinta yang menawarkan menu makanan berat (cocok buat makan siang), ada juga Kafe yang menyajikan makanan ringan. Cocok buat yang cuma mau santai-santai aja sambil menikmati pemandangan.


Harganya disini bervariasi tapi masih tetap on budget kok, sangat cocok jadi pilihan buat kalian yang mau menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, sahabat, maupun pacar (kalo ada ya wkwk)


  1. Dedaunan: Kue Apam Kenari

Buat yang mau nyari oleh-oleh kue tapi bosan sama kue yang itu-itu aja. Aku saranin coba Kue Apam Kenari. Kue ini ada di Dedaunan punya-nya Chef Agus Sasirangan dan hanya bisa kalian temukan di Cabang Banjarbaru, Banjarmasin dan Bandara Syamsudin Noor. Nah, aku yang ngerasa di kota ku nggak ada jadi pasti beli dong si Apam Kenari ini.


Ada 2 varian rasa yang ditawarkan, rasa gula merah dan pandan. Rasa kuenya nggak pelit gaes, manisnya enak ditambah dengan crunchynya taburan kenari slice bikin kue ini layak jadi pilihan buat dibawa pulang. Kalian wajib cobain deh.


Harga 1 kotaknya itu Rp. 90.000,- dengan 9 pcs Kue Apam Kenari yang semok-semok. Sayang, aku nggak sempat foto-foto penampakan aslinya, karena begitu sampai rumah langsung ludes wkwk. Layak sih jadi oleh-oleh buat keluarga.


Itu aja yang bisa aku jabarkan tentang tempat wisata di Banjarbaru yang aku ku kunjungi pas liburan kemaren, sebenarnya masih ada banyak, tapi kalian bisa search sendiri ya dari sumber lain. Atau lain kali aku bikin postingan tersendiri deh.


Dari perjalanan kali ini, Manfaat Internet benar-benar terasa karena berkat Internetnya Indonesia aku bisa tahu sedikit banyaknya tempat wisata di Banjarbaru. Meskipun nggak bisa dikunjungi semua karena waktu liburan yang cukup singkat.


Pelajaran yang bisa diambil dari cerita kali ini adalah untuk selalu mempersiapkan liburan kalian dengan membuat itinerary perjalanan dan riset tempat yang ingin kalian kunjungi. Biar nggak (hampir zonk) kayak aku wkwkwk. See u di next postingan yak.


Indahnya Riam Mambanin & Bukit Mambanin

di Bukit Mambanin, Marindi (dok. pribadi)


Jenuhnya rutinitas dan terbatasnya ruang gerak akibat pandemi covid-19, mendorong ku untuk melarikan diri ke suatu tempat yang masih dalam wilayah Tabalong. Tepatnya di Desa Marindi, Kecamatan Haruai. Berjarak sekitar 32 km dari pusat kota Tabalong, ada 2 obyek wisata sekaligus dalam satu tempat yang bisa dikunjungi. Itulah Air Terjun Riam Mambanin dan Bukit Mambanin.


Di hari aku melakukan perjalanan, cuaca sedang tidak baik-baik saja. Hujan turun lalu sesekali mereda, namun gumpalan awan masih tetap mendominasi langit. Hujan belum selesai. Sempat ada keraguan untuk melanjutkan perjalanan, tapi apa yang sudah dimulai sayang juga untuk dihentikan. Akhirnya bermodal keyakinan, kami berangkat.


Benar saja, baru setengah perjalanan hujan kembali mengguyur. Mana nggak bawa mantel lagi. Kami tetap nekat menembus hujan, tapi semakin dijalani ternyata semakin lebat. Kami pun memutuskan untuk berteduh di masjid terdekat. Hm, ternyata sesuatu yang memaksakan itu nggak baik.


Cukup lama menunggu, pukul 1 siang kami pun melanjutkan perjalanan. Hujan juga sudah benar-benar reda. Matahari sudah menampakkan sinarnya, langit biru pun tersibak diantara awan-awan tebal yang sempat menguasai hari.


Baca juga : Liburan ke Nateh


Perjalanan masih melewati perkampungan penduduk dengan jalan aspal, kemudian masuk ke belokan di sebelah rumah warga, jalanan berubah jadi perkebunan karet yang diselingi dengan rumpun pohon bambu. Sayangnya, tidak ada plang nama di titik belok yang menjadi acuan. Jadi jika kalian baru pertama kali kesini dan tidak tahu sama sekali tempat ini, kalian mungkin agak sulit menemukannya. Solusinya bisa bertanya pada penduduk sekitar.


Dari sini, jalan mulai nggak asik. Tanah becek setelah hujan sempat ditemui beberapa meter, berganti dengan jalan setapak yang sudah disemen, ya meskipun semen tapi jika dilalui setelah hujan akan jadi menantang juga. Licin oy. Ditambah lagi kontur tanah yang naik turun khas perbukitan membuat kami harus ekstra hati-hati. Hm, pantas saja teman ku yang asli orang sini tidak merekomendasikan ke Riam Mambanin setelah hujan, ternyata seperti ini toh.


Kami pun terus mengikuti jalan yang lumayan panjang, hingga terdengar suara riak air terjun. And here it is!


Fasilitas dan Biaya Wisata

Fasilitas disini cukup lengkap, sudah ada tempat parkir, juga terdapat satu WC dan satu ruang ganti untuk pengunjung. Selain itu juga ada warga yang berjualan makanan ringan dan beberapa minuman kemasan. Worth it lah ya, penolong disaat kelaparan melanda.


Untuk biayanya kami hanya membayar parkir sebesar Rp. 5000,-/kendaraan, biaya masuknya sendiri tidak dikenai. Sampai disini, entah karena sehabis hujan, suasananya benar-benar sunyi, tidak ada pengunjung lain. Hanya ada kami dan seorang petugas yang berjaga sekaligus menunggui jualannya, wah berasa seperti eksklusif yang menyewa tempat ini secara pribadi wkwkwk.



Pesona Bukit Mambanin

Kami memutuskan untuk mendaki bukit ini terlebih dahulu sebelum bermain di riam, meskipun riamnya ada di depan mata tapi kami mau kesana dulu deh.


jalan setapak menuju Bukit Mambanin (dok. pribadi)


Bukit ini sebenarnya tidak terlalu tinggi, ya namanya juga bukit dan track pendakiannya juga tidak terlalu panjang tapi medannya cukup sulit dan sedikit curam. Ditambah lagi tanah becek setelah hujan, semakin menambah tingkat kewaspadaan kami.


diatas Bukit Mambanin (dok. pribadi)


Dan nggak sampai satu jam, kami sudah sampai diatas bukit. Padahal ini cuma bukit tapi aku bisa merasakan sensasi diatas awan. Apa karena ini efek setelah hujan ya. Dari atas sini terlihat luasnya hamparan hijau, dengan rumah warga yang menyebar seperti rumah-rumahan mainan. Selain itu terlihat juga nun jauh disana sebuah perusahaan semen dengan bangunan kantor yang megah. Sayang, disekitarnya tidak ada pepohonan lagi. Dari tempat ku berdiri ini juga sering jadi tempat camping, lihat saja bekas api unggun & beberapa beras yg masih tercecer.


Yap, sudah cukup menikmati pemandangan dari atas, mari kita bermain air!!


Baca juga : Taman Bunga Poska


Pesona Riam Mambanin

Yang paling aku suka dari Riam Mambanin adalah ketika sampai di parkiran, kita nggak perlu berjalan jauh lagi menuju spot yang diinginkan karena riamnya sendiri tepat berada di samping parkiran, kita hanya perlu berjalan menurun untuk bisa sampai dibawah air terjun.


Hanya saja lagi-lagi karena setelah hujan, bebatuan jadi semakin licin. Harus ekstra hati-hati dan karena aku juga tidak membawa baju ganti, jadilah aku hanya menikmati pemandangan dari sini.


Riam Mambanin dari atas (dok. pribadi)

bebatuan di Riam Mambanin (dok. pribadi)

Sekian cerita ku saat berkunjung ke riam mambanin & bukit mambanin, saran ku jangan lupa bawa sampah kalian pulang ya, soalnya ku lihat diatas bukit banyak sekali sampah berserakan, terutama saat perjalanan menuju keatas.