Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Tempat Makan Seafood Paling Segar dan Lezat di Jakarta

 


Jakarta memang dikenal sebagai kota metropolitan dengan hiruk-pikuk kesibukannya. Tapi siapa sangka, di balik gedung-gedung tinggi dan jalanan macet, ibu kota ini menyimpan beragam tempat makan seafood yang menyuguhkan kesegaran laut langsung ke meja makanmu! Dari yang bernuansa pinggir laut hingga restoran mewah, semua menawarkan sensasi rasa yang bikin ketagihan. Buat kamu yang sedang berburu seafood terbaik di Jakarta, artikel ini akan jadi panduan yang wajib dibaca. Cek juga rekomendasi lainnya di thetastehut.id untuk referensi tempat makan terbaik!

1. Bandar Djakarta – Sensasi Makan di Tepi Laut

Bandar Djakarta (source: google maps)

Kalau bicara soal seafood segar, nama Bandar Djakarta sudah pasti tidak boleh dilewatkan. Terletak di kawasan Ancol, restoran ini memberikan pengalaman makan unik: kamu bisa memilih sendiri seafood hidup seperti kepiting, udang, ikan, dan kerang yang nantinya akan dimasak sesuai selera.

Pilihan masaknya pun beragam—mau dibakar dengan saus padang pedas, digoreng tepung renyah, atau dikukus dengan bumbu oriental? Semua bisa! Suasana restoran yang terbuka dan menghadap laut menciptakan nuansa santai yang jarang ditemukan di restoran lain. Cocok banget buat makan bareng keluarga atau gathering bareng teman.

Yang membuat Bandar Djakarta spesial bukan cuma karena pilihan seafood-nya yang lengkap, tapi juga karena kesegarannya yang terasa begitu nyata di setiap gigitan. Rasanya seolah kamu sedang menyantap hidangan langsung dari kapal nelayan.

2. The Holy Crab – Gaya Makan Seafood Tanpa Piring


The Holy Crab (pic by Dinda Septiyani via gmaps)

Buat kamu yang ingin pengalaman makan seafood yang lebih fun dan messy (dalam arti positif), The Holy Crab wajib dikunjungi. Restoran ini punya konsep Louisiana seafood boil yang terkenal di Amerika—yaitu menyajikan seafood rebus yang langsung dituang di atas meja dan disantap rame-rame tanpa piring.

Udang, kepiting, kerang, dan jagung manis dimasak dengan saus pilihan seperti garlic butter, cajun spicy, atau lemon pepper yang aromanya menggoda banget. Sensasi makannya juga seru karena kamu akan menggunakan sarung tangan dan langsung menyantap dengan tangan!

Tempat ini cocok banget buat kamu yang suka makan dengan gaya bebas dan anti ribet. Selain itu, bumbu racikannya benar-benar meresap ke setiap bagian seafood, bikin kamu ketagihan sampai gigitan terakhir.

3. Seafood 68 Santa – Legendaris, Murah, dan Selalu Ramai

Seafood 68 Santa (pic by Dito Tunjung via gmaps)

Kalau kamu lebih suka nuansa kaki lima yang legendaris, mampirlah ke Seafood 68 Santa di kawasan Blok M. Tempat ini jadi favorit sejak dulu karena rasa seafood-nya yang juara, harga terjangkau, dan porsinya yang memuaskan.

Kepiting saus padangnya bikin nagih, cumi goreng tepungnya renyah di luar dan lembut di dalam, sementara kerang hijau saus tiramnya benar-benar juara. Tidak heran kalau antrean di tempat ini selalu panjang setiap malam.

Yang menarik dari Seafood 68 Santa adalah bagaimana mereka bisa mempertahankan rasa yang konsisten selama bertahun-tahun. Tempat ini bukti bahwa tidak perlu restoran fancy untuk menikmati seafood berkualitas tinggi.

4. Cut the Crab – Seafood dengan Karakter dan Gaya

Cut the Crab (source: google maps)

Kalau kamu mencari tempat makan seafood yang kekinian dan punya branding kuat, Cut the Crab adalah jawabannya. Restoran ini punya gaya yang mirip The Holy Crab, dengan konsep makan seafood langsung dari meja.

Tapi yang membedakan adalah bumbu rahasia khas Cut the Crab yang unik dan memikat. Pilihan saus seperti original spicy, creamy butter, hingga black pepper sauce-nya punya karakter rasa yang kuat dan berani.

Penyajian seafood-nya pun dibuat dalam porsi besar yang cocok untuk sharing bersama teman-teman. Tempat ini juga punya interior instagramable yang cocok buat foto-foto sebelum makan. Jadi, bukan cuma lidahmu yang dimanjakan, tapi juga feed Instagram kamu!

Seafood Segar dan Lezat Tak Perlu Jauh-Jauh dari Jakarta

Jakarta mungkin identik dengan makanan cepat saji atau restoran fancy, tapi nyatanya, kota ini menyimpan harta karun kuliner laut yang tak kalah menggoda dari restoran tepi pantai. Mulai dari tempat dengan konsep tradisional sampai yang modern dan playful, semua menawarkan seafood segar, bumbu lezat, dan pengalaman makan yang seru.

Buat kamu pencinta seafood sejati, jangan sampai melewatkan destinasi-destinasi di atas. Dan kalau kamu ingin terus update soal tempat makan terbaik lainnya, langsung aja mampir ke thetastehut.id – panduan rasa terbaik untuk petualangan kulinermu di Jakarta dan sekitarnya!

Ngabuburit Asik Dengan Bikin Bubur Sumsum

 

pic bubur sumsum by jerry (via ig jerrymci7)

Setelah jadi Ibu, waktu ku lebih banyak di rumah. Ngabuburit sambil jalan berkeliling kota? Mau banget. Tapi apalah daya ku kalau pak suami masih bekerja jam segitu. Opsi jalan berdua sama si bayi nggak mungkin juga ku lakukan. Riweh sendiri akunya.


Sore itu dengan sisa tenaga yang ada, aku scroll IG sambil mencari referensi menu berbuka puasa. Biasanya aku suka mampir ke akunnya para alumni masterchef, kayak jerry, devina hermawan, ocit, devy anastasia, dll buat dapat menu simpel tapi enak. Keseringannya sih, recook resepnya jerry dan devina. Selain mudah dipraktekkan dan dimengerti, bahannya juga mudah ditemui.


Seperti bubur sumsum dari resep jerry (ig: jerrymci7), aku ngiler banget. Cocok dijadikan takjil. Tapi sayang, stok tepung beras di rumah ku nggak ada. Jadi resepnya simpan disini dulu aja, sekalian berbagi sama yang nggak terjangkau. Kalau aku recooknya nanti deh, pas sudah beli tepung beras. Heheheh.


Bubur Sumsum Ala Jerry MasterChef

Bahan kuah:

125 gr gula aren

125 ml air


Bahan bubur sumsum:

75 gr tepung beras

500 ml air

150 ml santan kental

½ sdt garam

1 sdm minyak


Cara Membuat:

  1. Didihkan bahan kuah. Setelah larut, sisihkan.

  2. Masukkan tepung beras, air, santan dan garam. Masak sampai mulai meletup, masukkan minyak. Aduk dan masak sebentar sampai tercampur rata. Matikan api.

  3. Hidangkan bubur dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah gula.


Mudah kan, cara membuatnya? Duh, gatel banget pengen bikin. Habis ini mau langsung otw beli bahan lengkapnya ah. Yuk bikin juga gaes, selamat mencoba!

Ragam Takjil Ramadan Khas Kalimantan Selatan


Ramadan tahun ini terasa adem menurut ku, sebab masyarakat Indonesia yang multikultural bisa disatukan dengan takjil. Lah kok bisa?


Lagi ngetren soalnya di sosial media kalau nggak hanya warga islam yang semangat berburu takjil, tapi juga warga non islam. Seru sih, liatnya hahaha meskipun di tempat ku sendiri belum ku temui hal demikian.


Berbicara tentang takjil, di Kalimantan Selatan banyak sekali pilihan takjil yang bisa kalian coba. Semuanya enak-enak, tinggal pilih saja sesuai selera. Disini aku ingin memberikan referensi lima pilihan takjil ramadan khas Kalimantan Selatan yang bisa kalian coba. Simak sampai selesai!


  1. Amparan Tatak

Kue basah berbahan dasar santan, pisang dan tepung beras ini favorit ku banget. Apalagi di lapisan atasnya terasa lembut manis gurih santan. Enyaaak. Makan banyak pun aku nggak enek hihihi karena rasanya light nggak yang dominan manis. Rasa manis pun lebih terasa di lapisan bawah karena pakai gula dan potongan pisang.

Kalau kalian pengen coba kue basah tapi nggak mau yang terlalu manis, aku merekomendasikan kue ini untuk kalian. Amparan tatak juga sangat mudah ditemui di penjual kue (wadai) diseluruh Kalimantan Selatan, apalagi saat Ramadan. Kue inilah bintangnya.


Amparan Tatak (pic by hanhanny via cookpad)


  1. Ipau

Lasagna khas Banjar kalau kata orang Kalsel tuh. Ipau bisa jadi pilihan buat yang pengen cari takjil, tapi nggak mau yang manis. Kue ini juga bisa bikin kenyang sebab bahan utamanya ada protein dari daging ayam/sapi dan telur, ada serat dan karbo juga seperti wortel dan kentang. Paket lengkap, tuh? 




Wadai Ipau (pic by rinni_marcello via cookpad)


Ipau terdiri dari lapisan kulit (semacam kulit risol) yang disusun berlapis-lapis dengan campuran protein dan sayur yang sudah ditumis. Kemudian di bagian atasnya diberi potongan daun seledri dan bawang goreng. Mantap banget rasanya. Disajikan dengan saus lebih enak.

Sayangnya, Ipau ini cukup jarang ditemui di tempat ku di Tabalong. Bahkan saat Ramadan, Ipau hanya ditemui di beberapa penjual saja. 


  1. Bingka

Bingka terdiri dari dua varian yaitu bingka kentang dan telur. Biasanya berbentuk bunga, dengan metode masak dipanggang atau dikukus. Di Kalimantan Selatan, sangat mudah menemui kue ini, bahkan saat bukan bulan Ramadan. Di pusat kue atau oleh-oleh biasanya tersedia. Bahkan di Tabalong sendiri ada daerah Kelua yang terkenal dengan kuliner Bingkanya, biasa disebut Bingka Kacung.


Bingka Kentang (pic by Meila_NA25 viv cookpad)

Untuk varian bingka kentang, biasanya sedikit lebih padat namun tetap lembut. Sedangkan bingka telur teksturnya lembut sekali. Rasanya legit dan manis, tapi nggak terlalu manis sampai bikin pusing. Masih bisa dinikmati dan saat Ramadan kue ini jadi primadona sebagai takjil untuk berbuka puasa.


  1. Hula-Hula

Hula-hula ini masih termasuk golongan kue basah yang berlapis-lapis, umumnya berwarna cokelat putih. Warna cokelat didapat dari gula merah dan tentu saja rasanya manis. Manis legit khas gula merah, dipadu dengan lapisan putih dari adonan tepung beras membuat kue manis ini jadi nggak berasa manis banget. Proporsinya pas lah. Kue hula-hula juga sangat mudah dijumpai saat Ramadan.

Hula-Hula (pic by meibasuki via cookpad)


  1. Sarikaya

Pertama kali nyicipin kue sarikaya pas dikasih sama adik ipar ku. Enaaak banget. Dulu aku nggak tertarik sama kue ini karena takut kemanisan dan amis, maklum kue ini memang berbahan dasar telur dan gula merah.

Sarikaya (pic by minienora via cookpad)

Tapi semua berubah pas aku udah ngerasain sendiri kue sarikaya, ini kok ya enak banget. Manis gula merah tapi lebih kayak ke caramelized, mana lembut pula. Ah enakk banget pokoknya. Sejak saat itu kue sarikaya jadi salah satu takjil favorit ku saat Ramadan.


Itu dia rekomendasi lima pilihan takjil khas Kalimantan Selatan yang bisa kalian coba. Buat kalian yang sudah coba, dari lima kue diatas, mana yang jadi favorit kalian? 


Cerita di kolom komentar yaa.

Warung Kacang Bagula Acil Imay, Jajanan Hits Saat Ramadan

 


Siang itu pas lagi asik scroll story instagram, aku melihat story teman ku yang bekerja di Banjarbaru lagi open jastip kacang bagula acil imay buat dibawa ke Tabalong. Setahu ku, ini tahun kedua dia open jastip jajanan kacang dengan melinjo goreng yang diguyur kuah gula merah ini. Wow sampai tahun kedua, berarti peminatnya masih banyak.

 

Buka Setahun Sekali

Warung Kacang Bagula Acil Imay ini hanya buka saat Ramadan. Jualannya emang cuma satu tahun sekali, eksklusif. Makanya ditunggu-tunggu banyak orang. Apalagi sejauh yang aku tahu, di Tabalong masih belum banyak yang jual kacang bagula.


Lokasi Warung Kacang Bagula Acil Imay

Beralamat di Jl. Pangeran Hidayatulloh, Keraton, Kec. Martapura, Kab. Banjar. Warung Kacang Bagula Acil Imay buka dari pukul 4 sore waktu setempat hingga jam 12 malam. Biasanya semakin padat setelah sholat tarawih hingga tengah malam. Suasana yang hangat khas warung di perkampungan membuat tempat ini cocok dijadikan tempat bersantai bersama teman dan keluarga.


Suasana di Warung Acil Imay (pic by M. Arsyad Gunawan via Gmaps)


Ada Banyak Pilihan Menu Selain Kacang Bagula

Selain kacang bagula, ada banyak menu lain seperti pencok, tahu goreng, gorengan, kerupuk petis, pisang petis, tahu petis dan pentol pedas.

Selain makanan, minumannya pun memiliki ragam pilihan khas warung-warung biasanya.


Harga Ramah di Kantong

Menu jajanan diatas dibanderol dari harga Rp. 2.000 hingga Rp. 12.000. Khusus untuk kacang bagula sendiri harganya Rp. 10.000 per porsi.

Untuk minuman dari harga Rp. 500 sampai Rp. 3.000.


Dari Penasaran, Hingga Ikutan Jastip

Setelah penasaran lihat story temen ku, akhirnya aku ikutan jastip juga. Baru tadi ngerasain, sayangnya nggak sempat kefoto huhu. Review jujur dari akuu.. menurut ku dari tampilan dan bahannya sederhana. Hanya kacang goreng dan kerupuk melinjo yang diguyur dengan gula merah.


Tapi yang bikin beda di gula merahnya. Gula merah ini nggak yang cuma dicairkan terus diguyur, tapi ada sedikit tambahan cabe yang bikin sensasi pedas tipis-tipis. Jadi saat kacang goreng, kerupuk melinjo dan gula merah ini dicampur rasanya sopan dimulut. Bayangin aja, gurihnya kacang dan melinjo bercampur gula merah yang manis pedas dengan tekstur caramelized. Perpaduan yang pas dan enak lah pokoknya.


Setelah ngerasain versi aslinya, jadi penasaran pengen bikin versi buatan sendiri. Biar kalau mau makan kacang bagula nggak nunggu bulan ramadan aja. Heheheh.

Praktis, Bikin Menu Sahur Dengan 3 Bumbu Dasar Ini

 


Saat sahur rasanya pengen makan makanan yang hangat dan enaknya bisa bikin mata melek *emang ada ya? Wkwkwk*. Maklum makan waktu dini hari itu musuhnya ngantuk, aku aja beberapa kali hampir kesiangan bangun sahur.


Berkutat dengan pilihan menu saat sahur aku sih situasional aja, tergantung bahan apa yang ada di kulkas. Menurut ku, kunci efisiensi waktu masak itu ada di prepare bahan dan bumbu. Udahnya bahan buat masaknya banyak, belum lagi kupas bawang buat bumbu. Huaaa, ini yang bikin lamaa. Tapi hidup ku terselamatkan setelah kenal dengan tiga bumbu dasar ini. Berkat nyetok tiga bumbu dasar, waktu masak ku jadi lebih efisien dan bikin menu sahur pun bisa lebih sat set.


Disini aku pengen berbagi resep tiga bumbu dasar yang mempermudah ku dalam menyiapkan menu saat sahur atau berbuka. Menggunakan resep dibawah ini beneran menambah kepraktisan hidup loh dan pastinya bikin masakan tetap enak. Kelamaan curcol, yuk ah disimak resepnya sampai selesai.


Bumbu Dasar Putih

Bisa digunakan untuk sop, nasi goreng, tumisan, lodeh atau masakan apapun yang berwarna putih.

Bahan:

  • 15 buah bawang merah

  • 10 buah bawang putih

  • 5 buah kemiri (opsional, tapi aku pakai)

  • 1 sdt lada (opsional, tapi aku nggak)

  • 250 minyak


Bumbu Dasar Kuning

Bisa digunakan untuk soto, gulai, marinasi, pepesan atau masakan apapun yang berwarna kuning.

Bahan:

  • 10 buah bawang merah

  • 8 buah bawang putih

  • 8 cm kunyit

  • 10 cm lengkuas

  • 1 sdt ketumbar (opsional)

  • 250 ml minyak


Bumbu Dasar Merah

Bisa digunakan untuk balado, rica-rica atau masakan apapun yang berwarna merah.

Bahan :

  • 10 buah bawang merah

  • 8 buah bawang putih

  • 15 buah cabai keriting

  • 250 ml minyak


Haluskan semua bahan diatas sesuai resep yang ada, kemudian tumis cukup lama hingga wangi dan bumbu terpisah dari minyaknya. Pastikan betul bumbu masak sempurna agar tahan lama. Jika sudah, simpan ke dalam toples bersih.


Tips lainnya supaya bumbu awet, saat akan digunakan selalu gunakan sendok bersih. Untuk penyimpanan aku biasa meletakkannya di chiller. Alhamdulillah awet sampai lebih dari satu bulan. Tapi biasanya aku sekitar 1 bulan juga udah habis sih heheheh.


Selamat mencoba resepnya, semoga membantu.

Resep Ayam Sambal Matah Tanpa Minyak



Haloo, hari ini aku akan membagikan resep masakan. Sebenarnya resep ini baru ku temukan beberapa bulan lalu di channel youtube Elaine Hanafi dan karena cara membuatnya mudah, bahannya mudah ditemui, sehat dan juga enak. Resep ini selalu jadi andalan ku hehehe. Dan ku pikir semua orang harus tahu resep ini. Oiya kalo kalian ingin lihat resepnya versi video, kalian bisa buka channel youtube Elaine Hanafi. Disitu ada banyak resep makanan sehat yang bahannya mudah ditemui. Selamat mencoba!


AYAM SAMBAL MATAH TANPA MINYAK (untuk 4 porsi)


Bahan :

350 gr Dada ayam (iris slice)

50 gr Buncis (potong kecil-kecil)

4 batang Sereh (iris bagian putihnya saja)

7 Daun jeruk

10 bj Cabe (iris kecil)

10 bj Bawang Merah (iris tipis)

2 bj Bawang Putih (iris tipis)

Air untuk merebus


Bumbu :

2 sdt Terasi

½ sdt Kaldu jamur

1 sdt Garam

¼ sdt Gula


Cara membuat :

  1. Rebus dada ayam dengan bumbu sampai cukup matang, kemudian campurkan dengan sereh yang sudah diiris tipis selama 1 menit.

  2. Masukkan bawang merah & bawang putih, aduk-aduk selama 1 menit.

  3. Masukkan cabe dan daun jeruk. Aduk lagi.

  4. Masukkan buncis yang sudah diiris kecil sambil diaduk sampai merata.

  5. Sampai air rebusan berkurang dan mulai agak kering, angkat dan sajikan ayam sambal matah tanpa minyak dengan nasi.


Aku sukaaa banget resep ini. Rasanya enak, wangi, nggak hambar dan yang terpenting rendah kalori. Buat kalian yang pengen resep diet ala Elaine Hanafi yang lebih banyak lagi, kalian bisa cek youtube channelnya yaw. Sampai jumpa!

Belajar Membuat Cilok


Pertama kali kenal sama jajanan cilok ini pas lagi nganggur, sementara kebutuhan ku akan cemilan semakin meningkat. Lalu aku menyiasatinya dengan membeli jajanan murmer dibawah 10 ribuan, salah satunya adalah si cilok ini. Rasanya yang enak dengan tekstur yang kenyal, bikin aku nggak tahan buat nggak makan terus.

Si cilok ini juga disajikan dengan berbagai varian. Ada cilok kuah, cilok bumbu kacang, cilok pedas, cilok isi keju, cilok isi ayam, ahh pokoknya banyak deh. Tergantung kreatifitas kita aja mengkreasikannya gimana. Dan asal enak juga dong wkwk






Oiya, sekarang bahkan ada cilok kuah instan. Isinya macem-macem itu, kalian musti nyoba.

Berhubung aku nggak tinggal di Bandung, aku cuma bisa beli cilok dari orang bandung yang jualan disini. Kalo kata aku sih udah enak, tapi kata orang yang pernah ngerasain jajanan cilok di kota asalnya sana, rasanya jauh lebih enak yang disana lah. Hmmm...

Tapi lama kelamaan gaya hidup ini semakin membuat kantong ku kering. Aku pun mulai mencari cara agar bisa menyantap si cilok terus. Sampai akhirnya aku menemukan resep ini!

Rasanya mungkin nggak 100% sama sih kayak yang dijual jual itu dan juga buat yang pernah ngerasain cilok asli bandung pasti ngerasa nggak terlalu ngeh sama resep ini, tapi ini bisa dijadikan alternatif juga buat yang pengen nyobain cilok tapi males beli diluar.

Yuk guys, diintip resepnya!


Bahan :

6 sdm tepung terigu
5 sdm tepung tapioka
3 siung bawang putih yang sudah dihaluskan
Beberapa batang daun bawang yang sudah diiris tipis
½ sdm bawang merah goreng
200 ml air mendidih
Secukupnya penyedap rasa/garam


Cara membuat :

1.       Masukkan 200 ml air mendidih ke dalam tepung terigu. Aduk menggunakan sendok atau spatula
2.       Kemudian tambahkan bawang putih, penyedap rasa/garam
3.       Masukkan tepung tapioka sedikit sedikit sampai habis
4.       Masukkan daun bawang dan bawang merah goreng. Aduk semuanya sampai tercampur rata
5.       Setelah agak sedikit kalis, giling adonan menjadi bentuk bulat
6.       Jika ingin menambahkan keju atau ayam sebagai isiannya bisa juga dilakukan pada tahap ini
7.       Setelah semua sudah berbentuk bulat, siapkan rebusan air dengan sedikit minyak goreng
8.       Rebus cilok dan tunggu sampai mengapung, tanda cilok sudah matang

Demikian alternatif cara membuat cilok yang bisa kalian lakukan di rumah.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat!